Rabu, 31 Oktober 2012

"Am I The Winner Baby?"


This is my #halloweenika Part 3

“Tapi aku belum bisa Den…,” aku menjawab lirih
“Belum bisa kenapa?”
“Aku ngga tahu”
“Lex, gimana aku bisa terima alasan kamu kalau Cuma bilang ngga tahu?” suaranya mulai terdengar kesal
“Den jangan gitu dong ngomongnya,” kataku hampir putus asa
“Aku harus ngomong gimana, Lex? Aku udah sabar banget menghadapi kamu
Putus asaku mulai berganti kesal. “Maksud kamu apa?”
“Aku ngga bisa terus-terusan sabar kalau kamu terus begini”
“Aku begini apa?” suaraku mulai naik
“Aku jelasin juga ngga ada gunanya kan?” balasnya
“Ben, aku ngga suka ya kalau ka…”
Shit.
Kata-kataku langsung terputus saat aku tersadar nama siapa yang barusan kusebut.
Rasanya aku kepingin menampar diriku sendiri.
Dan Denny pun melepaskan genggamannya dari tanganku. Ia tersenyum pahit, tatapan matanya menusuk.
“Benar kan, yang aku bilang?”
“Den maafin aku, aku ngga bermaksud untuk menyakiti ka…” dan tiba-tiba “aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk”

*satu jam kemudian*
 Denny mouthed the lyirics softly
“And we'll all dance alone to the tune of your death”
“We'll love again”
“ we'll laugh again”
“And it's better off this way”
Denny memandangi wanita pujaannya itu setelah puas mengoles seluruh tubuh Alexandra yang dia sandarkan di dalam bath up dengan formalin.
“Sometimes I feel like I have to work very hard to win your heart, Alexandra”
Sambil mengelus pipi Alexandra “sabar ya sayang, 2 bulan lagi kita akan menikah dan kamu akan menjadi perempuan paling cantik pada saat pernikahan kita nanti”
 “Besok aku akan memakaikanmu gaun pengantin paling bagus yang tidak pernah wanita di dunia ini memakainya, sayang”
“Dan mulai malam ini aku akan menemanimu disini agar kamu tidak merasa kesepian”
“I don’t mind if it is just the way that I can winning your heart”
“So… am I the winner baby? Denny pun tersenyum


-Divortiare: 176, 309-

Selasa, 30 Oktober 2012

“Marry Me?”

This is my #halloweenika Part 2

“Udah dibuka?”
“Baru mau dibuka,” kataku sambil meletakkan ponsel ditempat tidur dan memencet tombol speaker.
“Bentar ya. Isinya apa sih Den? Aku jadi penasaran gini.”
Ternyata ada kotak yang lebih kecil didalam kotak pertama. Kotak kecil seukuran… oh shit. Tidak mungkin. Ini tidak mungkin.
“Udah?” suara Denny lagi.
Aku memegang kotak kecil itu, agak gugup. Takut membayangkan isinya. “Mmm… ada kotak kecil lagi.”
“Dibuka aja kotak kecilnya sayang.”
Menahan napas, aku perlahan menggerakkan ibu jari dan telunjukku, menggeser penutup kotak itu. Oh shit, sudah kuduga.
“Maaf ya aku bohong . itu bukan oleh-oleh dari Bali”
Aku masih bengong, tidak siap menghadapi benda kecil itu
“Sayang, Lexy km masih di situ?”
“Umm.. iya Denn. Sori,” aku berkata terbata-bata.
“Aku.. aku kaget aja.”
Told you it was a surprise

Aku menyentuh cincin berlian yang telah terpasang pada sepotong jari manis yang terdapat dalam kotak kecill itu, ditambah dengan sebuah tulisan –entah tinta atau darah- yang berwarna merah…“Marry Me?”


-Divortiare: 231-

Vampire Kebagusan

this is my #halloweenika part 1

Di pinggir kolam alex termenung sambil mengeluarkan air mata, dia merasa sudah sangat lelah sekali dengan adu argumen yang setiap hari tidak ada abisnya ini. Alex pun berjalan ke kamarnya kemudian memejamkan mata.
“Aku cape ben kalau setiap hari kita harus berantem gini terus, aku udah ga sanggup lagi kalau kita terus-terusan kaya gini”

“Lex, aku minta maaf yaa. Aku melakukan ini semua kan karena aku sayang sama kamu. Aku ngga mau kamu kenapa-kenapa. Jadi tolong kamu ngertiin aku ya”

“Tapi ben, kita selalu kaya gini dari masalah-masalah kecil terus dengan adu argumen-argumen yang ngga penting itu akhirnya masalahnya jadi besar. Aku capek ben!!”

Beno pun kemudian memeluk alex
“Maaf ya Alexandra, aku janji ini ngga akan terulang lagi”

Suasana hening sejenak.. dan kemudian...
 “Rwwwrrrr” alex kaget suara itu terdengar dekat sekali dengan telinganya. Dengan cepat ia melepaskan pelukan beno daaaaaaaannnnn ......... betapa kagetnya alex melihat beno berubah menjadi drakula dengan taring panjang yang siap menyantap leher alex untuk menikmati darah segarnya.

“huaaaaaaaaaaaaaahhhhhhh” alex pun kemudian terbangun dari mimpinya dengan peluh yang membasahi semua tubuhnya

“daammnnn!! Ini gue kualat kali ya sama beno suka kabur-kaburan begini.

Beberapa menit kemudian alex pun menoleh kesamping dan betapa senangnya ketika dia melihat beno sudah berada disampingnya dan tertidur pulas.

sambil mengelus-ngelus tangan beno, alex mencoba membangunkannya “ben.. benoo.. honeyy”

sambil bingung alex pun kembali memejamkan matanya, namun tiba-tiba terdengar suara beno memanggilnya “alexandraaaa....”

alex pun menoleh kearah beno daann yang dilihat alex adalah beno dengan muka pucat dan mata melotot sedang menatapnya dan bersiap-siap untuk memangsanya 

“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhh”
seketika ruangan pun menjadi gelap~~~

*Adegan ini pas alex dan beno berantem kemudian alex kabur ke kebagusan*
-Twivortiare-