This is my
#halloweenika Part 3
“Tapi aku
belum bisa Den…,” aku menjawab lirih
“Belum bisa
kenapa?”
“Aku ngga
tahu”
“Lex, gimana
aku bisa terima alasan kamu kalau Cuma bilang ngga tahu?” suaranya mulai
terdengar kesal
“Den jangan
gitu dong ngomongnya,” kataku hampir putus asa
“Aku harus
ngomong gimana, Lex? Aku udah sabar banget menghadapi kamu
Putus asaku
mulai berganti kesal. “Maksud kamu apa?”
“Aku ngga
bisa terus-terusan sabar kalau kamu terus begini”
“Aku begini
apa?” suaraku mulai naik
“Aku jelasin
juga ngga ada gunanya kan?” balasnya
“Ben, aku
ngga suka ya kalau ka…”
Shit.
Kata-kataku
langsung terputus saat aku tersadar nama siapa yang barusan kusebut.
Rasanya aku
kepingin menampar diriku sendiri.
Dan Denny
pun melepaskan genggamannya dari tanganku. Ia tersenyum pahit, tatapan matanya
menusuk.
“Benar kan,
yang aku bilang?”
“Den maafin
aku, aku ngga bermaksud untuk menyakiti ka…” dan tiba-tiba
“aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakk”
*satu jam
kemudian*
Denny mouthed the lyirics softly
“And
we'll all dance alone to the tune of your death”
“We'll
love again”
“
we'll laugh again”
“And
it's better off this way”
Denny
memandangi wanita pujaannya itu setelah puas mengoles seluruh tubuh Alexandra
yang dia sandarkan di dalam bath up dengan formalin.
“Sometimes I
feel like I have to work very hard to win your heart, Alexandra”
Sambil
mengelus pipi Alexandra “sabar ya sayang, 2 bulan lagi kita akan menikah dan
kamu akan menjadi perempuan paling cantik pada saat pernikahan kita nanti”
“Besok aku akan memakaikanmu gaun pengantin
paling bagus yang tidak pernah wanita di dunia ini memakainya, sayang”
“Dan mulai malam
ini aku akan menemanimu disini agar kamu tidak merasa kesepian”
“I don’t
mind if it is just the way that I can winning your heart”
“So… am I
the winner baby? Denny pun tersenyum
-Divortiare:
176, 309-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar