Selasa, 30 Oktober 2012

“Marry Me?”

This is my #halloweenika Part 2

“Udah dibuka?”
“Baru mau dibuka,” kataku sambil meletakkan ponsel ditempat tidur dan memencet tombol speaker.
“Bentar ya. Isinya apa sih Den? Aku jadi penasaran gini.”
Ternyata ada kotak yang lebih kecil didalam kotak pertama. Kotak kecil seukuran… oh shit. Tidak mungkin. Ini tidak mungkin.
“Udah?” suara Denny lagi.
Aku memegang kotak kecil itu, agak gugup. Takut membayangkan isinya. “Mmm… ada kotak kecil lagi.”
“Dibuka aja kotak kecilnya sayang.”
Menahan napas, aku perlahan menggerakkan ibu jari dan telunjukku, menggeser penutup kotak itu. Oh shit, sudah kuduga.
“Maaf ya aku bohong . itu bukan oleh-oleh dari Bali”
Aku masih bengong, tidak siap menghadapi benda kecil itu
“Sayang, Lexy km masih di situ?”
“Umm.. iya Denn. Sori,” aku berkata terbata-bata.
“Aku.. aku kaget aja.”
Told you it was a surprise

Aku menyentuh cincin berlian yang telah terpasang pada sepotong jari manis yang terdapat dalam kotak kecill itu, ditambah dengan sebuah tulisan –entah tinta atau darah- yang berwarna merah…“Marry Me?”


-Divortiare: 231-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar